Wednesday, June 30, 2010

berapa jam kerja sebenarnya

What a hectic week. Kerja banyak tapi half the time dok meeting- taklimat- meeting- taklimat. Sudahnya hari pun petang... balik.  Besok sekali lagi roda ni berpusing.

Pasal tu kerja tak habis-habis!

Sunday, June 27, 2010

InsyaAllah - a beautiful encouraging song by Maher Zain

Everytime you feel like you cannot go on
You feel so lost, that you're so alone
All you is see is night, and darkness all around
You feel so helpless, you can`t see which way to go
Don`t despair and never lose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah ... you`ll find your way ..
Everytime you can make one more mistake
You feel you can`t repent, and that its way too late
Your`re so confused,wrong decisions you have made
Haunt your mind and your heart is full of shame
Don`t despair and never lose hope
Cause Allah is always by your side
Insya Allah ... you`ll find your way ..
Turn to Allah , He`s never far away
Put your trust in Him, raise your hands and pray
O Ya Allah
Guide my steps don`t let me go astray
You`re the only one that showed me the way,
Showed me the way (2x)
Insya Allah ... you`ll find your way ....

Thursday, June 24, 2010

Tanda-tanda itu

Subuh tadi, tiba-tiba terimbau kenangan semasa di Tanah Suci.
Semasa tawaf, banyak kali terlihat seperti ayah sedang sama-sama tawaf. Terutama bila terlihat orang yang sama susuk tubuhnya di depan mata. Dalam hati berkata, kalau ayah masih sihat dan kuat, beginilah dia disini. Senang saja airmata jatuh. Hati diizin merasa.

Sekali tu, mimpi ayah minta tongkat. Aku bertanya "nak buat apa" (sebab ayah kan dah tak ada sebelah kaki, pasti tongkat biasa tak cukup nak ampu). Ayah kata bagi je, dan aku hulurkan. Tiba2 ayah bangun dan berjalan laju! Wah!
lalu pagi itu, ibadah umrah ku niatkan untuk ayah.

Kiranya berbagai tanda telah diberi, tapi aku tidak pandai "melihat".  Termasuklah segala tanda semasa aku duduk di sampingnya sejak hari sabtu itu.

Atau diri yang sengaja menafikan, belum kuat menghadapi perpisahan...

Wednesday, June 23, 2010

transit

Sepanjang minggu ini,
rasa itu begitu kuat mengetuk pintu hati
Setiap kali terkenang, airmata pasti tergenang.

surat cinta Nya datang bertali arus
mengingatkan, menegur, memujuk
meghantar rasa ke alam yang tenang damai

Berkali-kali juga pintu itu terbuka
sedar-sedar diri sudah berada disana
dalam diam, dalam hingar, dalam sujud
datang bila-bila saja
yang mampu
sujud bersyukur dengan anugerahNya

Wahai
aku rindu
aku sangat rindu...

Monday, June 21, 2010

Baju Ayah

Teh Rus - itu gelaran manja Allahyarham ayah untukku. Sebab dulu kurus sangat berbanding adik beradik lain. Tapi sekarang ... kurrsss semangat. Baju ayah boleh pinjam anytime!.

Ada satu tshirt sapura yang lembut dan sejuk kainnya. Ayah suka pakai yang itu. Ada beberapa helai yang serupa sebenarnya. Sempat cilok satu pun, pakai dalam jubah gi mengaji.

Tshirt itulah yang last tersarung ditubuhnya masa dibawa ke hospital sabtu itu. Bila di bawa ke wad, nurse tukar baju lain. Sekejap saja baju itu tersarung ditubuhnya. Masa kemas barang2 ayah, terjumpa baju tu dalam beg barang2nya. Langsung tak terlintas nak bawa balik basuh.

Rupanya itulah hadiah dan tanda ingatan akhirnya untukku. Teringat masih ada dalam beg selepas ayah selamat dikebumikan. Ku ambil lalu kusimpan dalam beg plastik. Jangan tercampur yang lain, jangan hilang baunya. Hanya anak2ku yang tahu aku menyimpan baju ini. Ku cium bila rindu melanda. Pastinya airmata akan tumpah juga.

Ayahku yang penyayang, dia telah pergi dengan tenang. Masih terbayang manis dan cemerlang wajahnya semasa dikafan. Hingga disaat akhir, masih tersenyum untuk kami yang dikasihinya.

Wahai Allah, hanya rahmat dan kasih sayangmu kuharapkan. Agar ayahku tenang dan bahagia disisiMu. Perkenankanlah Ya Allah.

Saturday, June 19, 2010

Allahyarham Khalid Bin Dahanan - 2 Rejab 1431 (15 Jun 2010)

This year my Father's Day is without my father around. He left us to be with Al Khaliq while none of the children and family around despite us taking turn to be with him.
The Doctor said he left so peacefully, no struggle no difficulties. All readings just slowed down and finally stopped. His lips followed the syahadah that the nurse recited to him.
Ayah, despite your physical absence, forever you live in our hearts. Mine, Ain's, the children and the family. I miss you so very much all the time. You were such a loving father and always smiling.
Alhamdulillah, that is how i see you everytime you enter my mind.
Semoga ayah berbahagia di alam sana. Pastinya kami akan menyusuli.

Wahai Allah, dengan izin dan redha Mu, tempatkanlah ayahku yang penyabar dan penyayang itu dalam limpahan rahmat dan kasih sayang Mu jua. Ampunilah dia, redhailah dia dan terimalah dia sebagai hambaMu yang Kau kasihi. Amiin Allahumma ya amiin.